Beranda » Seni untuk Memiliki Rasa Empati di Media Sosial

Seni untuk Memiliki Rasa Empati di Media Sosial

Memiliki rasa empati di media sosial sangatlah penting karena tidak sedikit pengguna yang sering memposting kisah hidupnya di sana. Dari permasalahan yang tengah dialami maupun hal yang menyenangkan. Di mana menimbulkan pro dan kontra di mata pengguna lainnya.

Khususnya ketika seorang pengguna media sosial (medsos) mencurahkan permasalahan percintaan atau pernikahannya. Ada yang berempati maupun simpati dengan kisah hidupnya. Akan tetapi, ada juga yang mencemooh.

Sebagai pengguna yang bijak kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja. Para pengguna medsos yang sering curhat di akun medsosnya, pasti sudah mempertimbangkan dengan baik respon yang akan diterima. Walau terkadang jari lebih cepat dari pikiran itu sendiri.

Ada atau tidaknya pertimbangan sebelum posting, alangkah baiknya sebagai pengguna memiliki rasa empati atau simpati. Bukan hal yang tepat jika mencemooh, mencaci maki, maupun mendokrin. Karena, bisa saja tujuan pengguna tersebut bercerita masalah hidupnya merupakan hal yang membuat dirinya lebih tenang dan merasa nyaman.

Oleh sebab itu, ketika mendapatkan postingan di beranda media sosial kita mengenai curhatan pengguna lain, baik yang dikenal secara pribadi maupun teman online maka kalian perlu melakukan seni untuk memiliki rasa empati di bawah ini.

Pentingnya Memiliki Rasa Empati

Bagaimana si caranya memiliki rasa empati itu?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas mari kita gali lebih dalam pengertiam empati dan jenis-jenisnya.

Apa itu Empati?

Empati adalah sebuah kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang menjangkau emosi, perasaan dan sudut pandang orang lain. Seperti, ketika ada yang patah hati karena putus cinta maka kita bisa menjadi pendengar yang baik atau ikut merasakan lebih dalam emosi yang tengah dialaminya.

Berbeda jika kita tidak memiliki empati maka perasaan, emosi yang keluar hanyalah dari sudut pandang diri kita sendiri. Hal ini biasanya disebut juga sebagai self centric. Ketika kita cenderung memiliki celf centric maka yang terjadi semua konflik atau permasalahan yang terjadi karena kesalahan dirinya sendiri.

Memang betul kesalahan mungkin terjadi dari si pengguna yang patah hati tersebut. Namun, bukan berarti kita terang-terangan menyalahkannya sebelum melihat sudut pandang dari dirinya. Sehingga sebelum melakukan dokrin, alangkah baiknya kita menciptakan rasa empati terlebih dahulu.

Jenis-Jenis Empati

Adapun jenis-jenia empati yang perlu kita ketahui, yaitu:

1. Empati Kognitif

Sebuah kemampuan di mana kita bisa mengerti sudut pandang orang lain.

2. Empati Emosional

Mampu merasakan emosi yang tengah orang lain rasakan.

3. Empati Atensi

Tipe ini membuat kita paham apa yang orang lain tbutuhkan dari kita.

Baca Juga: Cara Tepat Mengatasi Burnout

Seni untuk Memiliki Rasa Empati

Agar bijak ketika berselancar di media sosial dari membuat postingan, berkomentar dan aktivitas lainnya, kita dapat melakukan beberapa hal berikut ini agar memiliki rasa empati yang tinggi terhadap pengguna medsos lainnya.

1. Melihat Sudut Pandang Orang Lain

Ketika seorang teman online di media sosial tengah mengalami konflik atau permasalahan, maka kita bisa bertanya terlebih dahulu apa yang sebenarnya terjadi. Setelahnya kita dapat mengambil keputusan.

Ini juga berlaku ketika ada seseorang yang berkomentar negatif si postingan kita. Tanya dahulu apa maksudnya, apa yang sebetulnya dia inginkan.

2. Mampu Mengendalikan Emosi Diri Sendiri

Masih berhubungan dengan poin pertama, kita harus mampu mengendalikan emosi diri sendiri. Tidak Mendokrin, Mencaci Maki maupun Mengkritik tanpa kita tahu apa yang sebenarnya terjadi.

3. Berpikir Positif

Agar emosi dapat terkendali maka kita harus mampu berpikir positif. Sekalipun kita merasakan emosi yang sama dengan orang tersebut, jangan sampai terlalu emosi dan malah menambah konflik.

Di media sosial memang banyak hal yang dapat kita lakukan. Walau begitu tetap harus menggunakan medsos dengan bijak. Agar acap kali ada konflik maupun permasalahan dapat menggunakan rasa empati dengan tepat.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas